Painem Kasijo Tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad Bin Abdul Azis, Madinah, Bersama Rombongan

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM -   MADINAH - Kisah haru datang dari Tanah Suci, ketika Partinem Kasijo, jamaah haji asal Tangerang Selatan yang menyandang disabilitas penglihatan, berhasil menunaikan ibadah haji tahun ini.

Partinem tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis, Madinah, bersama rombongan jemaah haji Indonesia Senin (5/5/2025) siang.

Dengan mengenakan seragam haji, ia tampak menggenggam erat lengan petugas yang mendampinginya, sembari tersenyum penuh syukur saat menaiki bus menuju hotel di kawasan Markaziyah.

Semangat Partinem menembus keterbatasan fisik menjadi inspirasi bagi banyak orang, sekaligus pengingat akan pentingnya perhatian khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas.

Tahun ini, puluhan jemaah penyandang disabilitas turut serta dalam penyelenggaraan haji, menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan suci.

Petugas haji pun disiagakan secara khusus untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan langkah demi langkah mereka selama beribadah.

"Alhamdulillah saya bisa sampai di Tanah Suci, semoga semua berjalan lancar," ujar Partinem penuh haru.

Menanggapi hal ini, Kementerian Agama Republik Indonesia menyatakan komitmennya untuk menambah layanan khusus dan pendamping bagi jemaah lansia dan disabilitas di tahun 2025.

Kebijakan ini diharapkan menjadikan ibadah haji semakin inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kehadiran sosok seperti Partinem menjadi simbol nyata bahwa semangat beribadah tak mengenal batas apa pun.

457 Jamaah Disabilitas

Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Deka Kurniawan mengungkapkan kegembiraannya ketika Kementerian Agama mencanangkan bahwa penyelenggaraan haji 2025 sebagai Haji Ramah Disabilitas, selain Haji Ramah Lansia.

Sebab menurutnya, penyandang disabilitas kerap mengalami stigma atau pandangan negatif dan diskriminasi. 
Deka juga menekankan pentingnya komunikasi dan penggunaan istilah yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, penggunaan bahasa yang inklusif adalah langkah awal dalam membangun pelayanan publik yang ramah disabilitas, terutama dalam kegiatan besar seperti penyelenggaraan ibadah haji. 
“Petugas haji harus menjadi garda depan dalam memperlakukan semua jamaah dengan setara, termasuk dalam pemilihan kata,” ujar Deka, Rabu (16/4/2025) saat mengisi materi Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Sementara itu, Fatimah Asri Muthmainnah, seorang perempuan penyandang disabilitas fisik yang juga anggota Komisioner KND menegaskan bahwa kaum disabilitas bukan berarti tidak mampu apa-apa karena mereka hanya punya cara lain untuk melakukan sesuatu.

Menurutnya, interaksi dan komunikasi yang tepat perlu dipahami ketika sedang berhadapan dengan penyandang disabilitas, tak terkecuali dengan petugas haji.

Apalagi menurutnya, jamaah haji penyandang disabilitas tahun ini mencapai 457 orang. 
"457 penyandang disabilitas yang berangkat naik haji tahun ini dan ada 23 orang yang membutuhkan pendampingan. 
Yang berangkat disabilitas fisik semua. Yang tidak mendapat pendampingan mungkin dengan keluarga. 
Tapi itu bukan berarti bapak ibu bisa melepas karena ada keluarga," ujar Fatimah Asri Muthmainnah yang akrab disapa Umi Aci ini pada kesempatan yang sama, pada Rabu (16/4/2025) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: 
Editor: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: Bintang Nur Rahman

Дата на публикация: 8 май, 2025
Категория: Друго

Показване на още